Film
“Tersanjung: the movie” menyajikan sebuah drama percintaan yang cukup menguras
emosi bagi para penontonnya. Hal in menunjukan bagaimana kompleksnya sebuah
sebuah perasaan dan jiwa seseorang manusia. Dengan alur cerita yang penuh
dengan rintangan, film ini sukses dalam mengejawentahkan nilai-nilai psikologis
yang relevan dengan kehidupan sehari-hari manusia.
Banyak
nilai psikologis yang dapat dipetik dan menjadi bahan diskusi menarik bagi
orang-orang yang tertarik dengan ilmu kejiwaan tersebut. Untuk itu dalam
tulisan ini penulis berusaha mengungkap nilai psikologis apa saja yang dimuat
dalam film “Tersanjung: the Movie:”.
Identity
Conflict. Dalam banyak adegan, yura sebagai tokoh
utama diperhadapkan dengan berbagai pertanyaan mulai dari siapa dirinya hingga
apa tujuan hidupnya yang sebenarnya. Tuntutan keluarga seringkali bertentangan
dengan keinginan untuk meraih kesuksesan dan cinta sejatinya Yura. Hal ini
cenderung mencerminkan konflik eksistensial atau kebingungan akan jati diri
dari orang tersebut. Konlik identitas sering kali dirasakan orang-orang yang
masih tergolong muda dalam rangka pencarian jati diri mereka.
Dynamics
of Interpersonal Relationships. Hubungan cinta
yang rumit antara yura dan tokoh lainnya menggambarkan kompleksitas cinta
manusia. Bumbu-bumbu yang ada dalam film seperti percintaan, penghianatan
hingga pengorbanan membuatnya semakin menarik untuk dikaji dan didiskusikan
melalui berbagai sudut pandang keilmuan. Dalam film in kita ditunjukan
bagaimana persahabatan dapat menjadi sumber kekuatan dan kelemahan diantara
mereka.
Self-Defense
Mechanism. Tidak sedikit karakter dalam film ini
berusaha untuk menolak kenyataan yang ada didepan mereka. Penyangkalan terhadap
masalah yang sebenarnya menjadi pilihan yang seringkali diambil oleh para
tokoh. Sebagaimana peran oka yang menyembunyikan perasaannya terhadap yura yang
telah menjadi pacar dari sahabatnya. Dalam beberapa adegan oka cenderung
memproyeksikan perasaannya terhadap yura kepada oka. Hal ini dilakukan untuk
usaha dalam rangka menolak untuk mengakui perasaan yang ada dalam diri
seseorang. Nilai positif yang dapat diambil adalah energi yang tidak tersalurkan
oleh oka, disalurkan melalui beberapa aktivitas yang positif, seperti bekerja,
membangun usaha dan lain-lain.
Post
Traumatic Stress Disorder. Kehilangan orang tua membuat
luka yang dalam bagi tokoh utama terlebih ditambah dengan pengalaman-pengalaman
yang tidak menyenangkan dengan hubungan percintaan yang telah dilalui oleh
yura. Luka yang tidak tersembuhkan ini tentu akan mempengaruhi bagaimana
seseorang memandang dunia terlebih dalam menjalin hubungan yang baru dengan
orang yang baru. Sebagaimana yang ditampilkan pada yura yang telah kehilangan
ibunya dan mengalami beberapa masalah percintaan dimasa lalu. Dalam kejadian
ini yura ditampilkan memiliki mekanisme koping yang baik dengan mendapatkan
dukungan penuh dari teman-temannya.
Film
in imengajarkan penontonya untuk bisa lebih aware tentang masalah Kesehatan mental
seseorang. Konlik batin ataupun mental yang tidak terselesaikan akan menjadi
masalah yang besar di masa yang yang akan datang. Keluarga dan teman-teman yang
seharusnya menjadi lingkungan sosial positif memiliki peran penting dalam
membangun karakter dan kepribadian seseorang. Komunikasi yang efektif juga
tidak dapat dipandang sebelah mata. Seringkali permasalahan yang besar berawal
dari komunikasi yang tidak tidak efektif. Untuk itu menjaga komunikasi yang efektif diantara kerabat harus dimaksimallkan
demi terbangunnya hubungan yang sehat dan positif.
Selain
dapat menghibur penontonnya dengan drama yang sempurna, Film “Tersanjung: the
Movie” juga memberikan banyak pelajaran yang dapat diambil oleh para
penontonnya. Dengan film yang mengandung nilai-nilai psikologis yang relevan
dengan kehidupan sehari-hari, manusia akan cenderung lebih menghargai betapa
kompleksnya emosi dan perilaku manusia.
Penulis : Kelompok 4 "Psikologi Keluarga"