Notification

×

Iklan

Iklan

Analisis Dan Review Film “Tersanjung: The Movie” dengan Sudut Pandang Psikologi

27/12/24 | 14:25 WIB Last Updated 2024-12-29T03:14:59Z

 


Karya : Hanung Bramantyo & Pandu Adjisurya


Film “Tersanjung: the movie” menyajikan sebuah drama percintaan yang cukup menguras emosi bagi para penontonnya. Hal in menunjukan bagaimana kompleksnya sebuah sebuah perasaan dan jiwa seseorang manusia. Dengan alur cerita yang penuh dengan rintangan, film ini sukses dalam mengejawentahkan nilai-nilai psikologis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari manusia.


Banyak nilai psikologis yang dapat dipetik dan menjadi bahan diskusi menarik bagi orang-orang yang tertarik dengan ilmu kejiwaan tersebut. Untuk itu dalam tulisan ini penulis berusaha mengungkap nilai psikologis apa saja yang dimuat dalam film “Tersanjung: the Movie:”.


Identity Conflict. Dalam banyak adegan, yura sebagai tokoh utama diperhadapkan dengan berbagai pertanyaan mulai dari siapa dirinya hingga apa tujuan hidupnya yang sebenarnya. Tuntutan keluarga seringkali bertentangan dengan keinginan untuk meraih kesuksesan dan cinta sejatinya Yura. Hal ini cenderung mencerminkan konflik eksistensial atau kebingungan akan jati diri dari orang tersebut. Konlik identitas sering kali dirasakan orang-orang yang masih tergolong muda dalam rangka pencarian jati diri mereka.


Dynamics of Interpersonal Relationships. Hubungan cinta yang rumit antara yura dan tokoh lainnya menggambarkan kompleksitas cinta manusia. Bumbu-bumbu yang ada dalam film seperti percintaan, penghianatan hingga pengorbanan membuatnya semakin menarik untuk dikaji dan didiskusikan melalui berbagai sudut pandang keilmuan. Dalam film in kita ditunjukan bagaimana persahabatan dapat menjadi sumber kekuatan dan kelemahan diantara mereka.


Self-Defense Mechanism. Tidak sedikit karakter dalam film ini berusaha untuk menolak kenyataan yang ada didepan mereka. Penyangkalan terhadap masalah yang sebenarnya menjadi pilihan yang seringkali diambil oleh para tokoh. Sebagaimana peran oka yang menyembunyikan perasaannya terhadap yura yang telah menjadi pacar dari sahabatnya. Dalam beberapa adegan oka cenderung memproyeksikan perasaannya terhadap yura kepada oka. Hal ini dilakukan untuk usaha dalam rangka menolak untuk mengakui perasaan yang ada dalam diri seseorang. Nilai positif yang dapat diambil adalah energi yang tidak tersalurkan oleh oka, disalurkan melalui beberapa aktivitas yang positif, seperti bekerja, membangun usaha dan lain-lain.


Post Traumatic Stress Disorder. Kehilangan orang tua membuat luka yang dalam bagi tokoh utama terlebih ditambah dengan pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan dengan hubungan percintaan yang telah dilalui oleh yura. Luka yang tidak tersembuhkan ini tentu akan mempengaruhi bagaimana seseorang memandang dunia terlebih dalam menjalin hubungan yang baru dengan orang yang baru. Sebagaimana yang ditampilkan pada yura yang telah kehilangan ibunya dan mengalami beberapa masalah percintaan dimasa lalu. Dalam kejadian ini yura ditampilkan memiliki mekanisme koping yang baik dengan mendapatkan dukungan penuh dari teman-temannya.


Film in imengajarkan penontonya untuk bisa lebih aware tentang masalah Kesehatan mental seseorang. Konlik batin ataupun mental yang tidak terselesaikan akan menjadi masalah yang besar di masa yang yang akan datang. Keluarga dan teman-teman yang seharusnya menjadi lingkungan sosial positif memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kepribadian seseorang. Komunikasi yang efektif juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Seringkali permasalahan yang besar berawal dari komunikasi yang tidak tidak efektif. Untuk itu menjaga komunikasi  yang efektif diantara kerabat harus dimaksimallkan demi terbangunnya hubungan yang sehat dan positif.


Selain dapat menghibur penontonnya dengan drama yang sempurna, Film “Tersanjung: the Movie” juga memberikan banyak pelajaran yang dapat diambil oleh para penontonnya. Dengan film yang mengandung nilai-nilai psikologis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, manusia akan cenderung lebih menghargai betapa kompleksnya emosi dan perilaku manusia.


Penulis : Kelompok 4 "Psikologi Keluarga"

×
Berita Terbaru Update